2010,bp migas anggarkan USD 15.8 M
2010, BP Migas Anggarkan USD15,8 Miliar
Rabu, 30 Desember 2009 - 15:27 wib
text TEXT SIZE :
Candra Setya Santoso - Okezone
Kepala BP Migas R Prijono. Foto: Widi Agustian/okezone.com
JAKARTA - Badan Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas (BP Migas) menganggarkan dana sebesar USD15,8 miliar di 2010. Dana tersebut disiapkan untuk investasi sejumlah proyek yang akan dikembangkan, di antaranya pengembangan lapangan baru serta pengembangan blok Cepu.
"Total dananya mencapai USD15,8 miliar untuk pengembangan beberapa lapangan baru, termasuk blok Cepu," ujar Kepala BP Migas R Prijono, dalam paparan Kinerja Industri Hulu Migas 2009, di Gedung BP Migas, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Rabu (30/12/2009).
Selain itu, BP Migas juga mematok target ekspor Liquid Natural Gas (LNG) lebih banyak jumlahnya pada tahun depan. Tahun ini, BP Migas hanya mengirimkan sekira 16 kargo, namun untuk tahun depan ada sekira 50 kargo LNG yang akan dikirimkan.
"Kalau pasarnya seperti ini bisa tercapai, karena kilang Tangguh full capacity-nya sebesar 100 kargo," ujarnya.
Namun, ekspor LNG juga berpengaruh kepada permintaan. Dia menuturkan, meskipun produksi penuh, tapi jika tidak ada permintaan maka jumlah tersebut akan berkurang.
"Mekanisme kontraknya adalah yang paling berkepentingan buyer. Kalau buyer enggak bisa beli, kita mau maksa juga enggak bisa. Sekarang mereka enggak mau beli karena industri mereka lagi turun," ungkap Prijono.
(ade)
Rabu, 30 Desember 2009 - 15:27 wib
text TEXT SIZE :
Candra Setya Santoso - Okezone
Kepala BP Migas R Prijono. Foto: Widi Agustian/okezone.com
JAKARTA - Badan Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas (BP Migas) menganggarkan dana sebesar USD15,8 miliar di 2010. Dana tersebut disiapkan untuk investasi sejumlah proyek yang akan dikembangkan, di antaranya pengembangan lapangan baru serta pengembangan blok Cepu.
"Total dananya mencapai USD15,8 miliar untuk pengembangan beberapa lapangan baru, termasuk blok Cepu," ujar Kepala BP Migas R Prijono, dalam paparan Kinerja Industri Hulu Migas 2009, di Gedung BP Migas, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Rabu (30/12/2009).
Selain itu, BP Migas juga mematok target ekspor Liquid Natural Gas (LNG) lebih banyak jumlahnya pada tahun depan. Tahun ini, BP Migas hanya mengirimkan sekira 16 kargo, namun untuk tahun depan ada sekira 50 kargo LNG yang akan dikirimkan.
"Kalau pasarnya seperti ini bisa tercapai, karena kilang Tangguh full capacity-nya sebesar 100 kargo," ujarnya.
Namun, ekspor LNG juga berpengaruh kepada permintaan. Dia menuturkan, meskipun produksi penuh, tapi jika tidak ada permintaan maka jumlah tersebut akan berkurang.
"Mekanisme kontraknya adalah yang paling berkepentingan buyer. Kalau buyer enggak bisa beli, kita mau maksa juga enggak bisa. Sekarang mereka enggak mau beli karena industri mereka lagi turun," ungkap Prijono.
(ade)
Label: migas
0 Komentar:
Posting Komentar
Berlangganan Posting Komentar [Atom]
<< Beranda